PESTA PERAK MASA PENGABDIAN DI PERUSAHAAN

Sambil menenteng ijazah, tanpa pengalaman, Bejo mengajukan lamaran kerja di sebuah company. Ia menyerahkan diri untuk dipekerjakan, dididik, dan diatur oleh company itu. Ia memohon pekerjaan (kesibukan, kehormatan, upah, kedudukan, kepercayaan, passion) dengan imbalan: ia bersedia menyerahkan kebebasannya kepada company.

Ia bersedia dites, diwawancarai, diuji, dicobai (dalam masa percobaan), semata-mata supaya dia dapat diterima bergabung di company itu. Alhamdulillah, akhirnya Bejo dapat diterima sebagai ‘cakar’, calon karyawan. Selama tiga bulan selanjutnya, dia diperlakukan sebagai karyawan baru yang harus bekerja sebaik-baiknya, karena kalau sampai melakukan kesalahan, dia dapat diberhentikan sewaktu-waktu.

Status sebagai ‘calon’ ini membuat Bejo dan keluarganya, kerabat, bahkan para tetangganya bungah. Orang tuanya menyelenggarakan kenduri syukuran.

Ia sadar betul, dengan diterima di company, dia akan diberi banyak manfaat. Maka dia manut sepenuhnya pada setiap peraturan yang ditimpakan kepadanya. Kadang ia bahkan bersedia bertahan menerima perlakuan atasannya yang kurang kompeten. Itu semua demi sepaket imbalan.

Satu bulan berlalu. Bulan berganti tahun. Tahun berganti windu. Karir Bejo cemerlang. Bejo, banyak diberi oleh company. Oleh karena paket pemberiannya yang banyak, ia mendapat kepercayaan dari masyarakat, bahkan diterima oleh calon mertua karena pekerjaan dan gajinya yang mapan. Anak-anaknya bisa menuntut ilmu di luar negeri, berkat dana yang diberikan oleh company padanya.

Dia juga – telah dididik oleh company untuk menjadi – semakin pintar. Setelah itu, paket pemberian dari perusahaan semakin membengkak lagi. Ia diberi fasilitas, kepercayaan dan uang yang semakin banyak. Status sosialnya-pun makin  diperhitungkan. Wartawan berdatangan untuk menanyakan sakit flu yang dideritanya.

Terus begitu. Pendek kata, secara pasti ia terus-menerus ‘diberi’ oleh company, sehingga ia menjadi ‘manusia’.

Para senior menjadi tua, lalu pensiun. (Pada masa pensiun, para senior masih juga diberi uang pensiun oleh company, supaya martabatnya tetap terjaga. Mereka hanya punya hak – uang pensiun, tetapi tidak punya kewajiban sama sekali). Bejo diberi kedudukan yang lebih tinggi untuk menggantikan seniornya.

Syahdan 25 tahun kemudian.  Di sebuah ballroom hotel berbintang banyak. Ketika itu Bejo sudah benar-benar berbeda dari Bejo yang mengempit ijazahnya dahulu. Bejo telah menjelma menjadi seorang pemimpin company. Ia sudah berbeda sepenuhnya, karena selama 25 tahun telah diberi segalanya oleh company.

Dari sound system terbaik, suara panggilan Master of Ceremony menyebutkan nama Bejo dengan amat hormat. Secara cermat MC mengucapkan nama permandian, sederet jabatan, dan gelar-gelarnya (Bejo memang sering disekolahkan ke luar negeri, oleh company). Bejo bangkit berdiri dari barisan terdepan deretan sofa VIP, ia mengangguk sekeliling sambil menebar senyuman.

Ia memakai pakaian kebesaran yang bermerek (yang dibeli oleh gaji dari company), berkalung untaian 25 kuntum melati putih. Kemudian ia melangkah anggun ke depan. Langkahnya tertib sesuai dengan anjuran sekolah kepribadian yang pernah diikutinya (sebelum menjadi pejabat, ia diliburkan dan dibiayai oleh company, untuk mengikuti sekolah kepribadian di Negara maju).

Lalu ia menapaki tangga podium sambil menahan silau lampu-lampu blitz para wartawan. Di panggung, ia disambut oleh pelukan para pejabat yang berbaris membentuk pagar betis.

Suara MC merebut perhatian seluruh isi ballroom: “Kita sambut yang terhormat Bapak Direktur, Pimpinan Perusahaan… (dan seterusnya, panjang sekali). Hari ini kita merayakan penganugerahan lencana kesetiaan atas pengabdian yang terhormat bapak … (yang panjang itu) … karena beliau telah mengabdi di perusahaan ini selama 25 tahun!”.

Sebelum kalimat MC berakhir, tepuk tangan segenap hadirin bergemuruh, seakan mau menjebol ballroom mewah itu. Dari arah samping panggung, muncul dua orang mahasiswi kampus ternama. Mereka membawa nampan yang dihias secantik wajahnya. Tubuh ramping mereka terbungkus busana berkelas. Busana indah itu menggunakan sedikit kain, supaya tidak menutupi tubuh yang memang lebih indah.

Kedua gadis mempersilakan pejabat untuk menyematkan pin yang berbentuk angka 25, ke dada Bejo. Pin itu terbuat dari emas murni. Gemuruh tepuk tangan hadirin dihiasi kilatan lampu kamera memberondong menerangi panggung. Dari nampan gadis yang satu lagi, Bejo menerima beberapa amplop, dan sebuah kunci mobil. Semua dikemas dengan warna perak, warna tahun ke 25.

Bejo mengangkat tinggi-tinggi semua hadiah yang diberikan oleh company, ia memberi kesempatan kepada semua wartawan untuk memotret, mengabadikannya. Kemudian, sambil membawa hadiahnya ia melangkah menuju mimbar. Puluhan mike telah tertata rapi seakan menudingnya. Suasana hening. Para hadirin menahan nafas menunggu kata sambutan yang akan diucapkannya.

“Saudari dan saudaraku senasib dan seperjuangan. Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudari dan saudara di tempat ini. Saya tercengang oleh pesta ini. Saya terkejut, karena mendapatkan hadiah sangat luar biasa ini. Saya terhenyak karena tiba-tiba kita semua libur, meninggalkan pekerjaan kita, demi menghormati acara saya ini. Terima kasih.”

“Pekerjaan ini milik Allah. Dia didirikan atas cita-cita luhur, dan atas ridhlo Allah. Tak seorangpun boleh merugikannya. Tidak juga para pemegang saham. Maka, saudari dan saudaraku tercinta, dengan rendah hati ijinkan saya merayakan ulang tahun ke 25 masa kerja saya di perusahaan ini, dengan cara saya. Apakah saudari dan saudara mengijinkan?”

“Mengijinkannnn”, bagaikan paduan suara, seluruh isi ballroom berteriak.

“Apakah saudari dan saudara bersedia ikut bersama saya merayakan ulang tahun masa kerja saya?” Kembali terdengar koor setuju.

“Baik. Terima kasih. Dengan penuh haru saya menerima kado pribadi yang saudari dan saudara berikan dengan tulus kepada saya. Terima kasih, sekali lagi, terima kasih.” Bejo berhenti sejenak, ia tampak hati-hati memilih kata-kata yang akan diucapkannya.

“Tetapi ijinkan saya melakukan koreksi pada kata ‘mengabdi’ yang tertera di banner itu.” Ia menoleh ke back drop di belakangnya. Event Organizer menempelkan ucapan selamat atas pengabdian Bejo selama 25 tahun. “Saya malu disebut sebagai orang yang mengabdi perusahaan ini.” Bejo tersenyum paksa. Seluruh hadirin terdiam, terkejut.

“Dua puluh lima tahun yang lalu, saya melamar kerja di perusahaan ini. Saya datang untuk mencari kerja. Saya mencari nafkah dan marwah. Saya sama sekali tidak bermaksud mengabdi. Saya diberi, bukan memberi. Saya telah menerima bayaran di depan, berupa kepercayaan dari perusahaan, kepercayaan diri, harga diri, status sosial, fasilitas, masa depan, tunjangan-tunjangan, plus harta berlimpah.”

“Saya memang pernah mengabdi, tetapi bukan di sini. Saya mengabdi di Panti Asuhan, mengabdi di masjid, di gereja. Sekali lagi, di sini saya tidak mengabdi, saya cari makan.”

Bejo memandang sekeliling, ia tidak mengharapkan anggukan persetujuan dari hadirin. Di deretan belakang tampak satu orang manggut-manggut. Tetapi tak jelas, karena dia setuju, atau karena gak paham blas.

“Selama 25 tahun, saya telah begitu banyak diberi oleh perusahaan ini. Lalu sekarang saya dirayakan dan diberi lagi. Apakah hadiah ini diberikan karena saya telah mau menerima pemberian perusahaan selama 25 tahun? Apakah tidak lebih elok kalau sekarang saya ganti memberi?” Ia menghela nafas, menurunkan intonasi suaranya.

“Kapada siapapun panitia perhelatan ini, saya ucapkan terima kasih. Tetapi ijinkan saya mengembalikan semua pemberian dari perusahaan yang saya terima hari ini. Sebagai seorang pimpinan, saya tahu betul kebutuhan perusahaan. Saya tahu semua permasalahannya. Saya hafal neraca keuangannya. Ijinkan saya mengembalikan semua hadiah ini sebagai aset perusahaan.” Ia berhenti sejenak. Tidak terdengar tepuk tangan. Hadirin ternganga seolah sedang melihat hantu raksasa.

“Lalu, seperti yang telah saya katakan, saya ingin merayakan 25 tahun masa kerja ini dengan cara saya.” Bejo mengangguk ke arah deretan kursi undangan. Seketika dari sofa VIP perempuan paruh baya berdiri dikawal dua orang pemuda yang memanggul benda terbungkus koran. Mereka bertiga naik ke panggung.

“Bersama keluarga saya, saya ingin mengucapkan rasa terima kasih kami, karena telah dihidupi oleh perusahaan ini selama 25 tahun. Saya ajak saudari dan saudara untuk berdoa bagi perusahaan kita.” Lalu Bejo sekeluarga berdoa di panggung. Mulut para hadirin komat kamit mengucapkan doanya masing-masing.

Kemudian Bejo membuka jas yang dikenakannya, menyingsingkan lengan kemeja, dan membuka bungkusan koran dibantu anak-anaknya. Sambil tersenyum anggun, istrinya menerima pembagian sekop dari tangan sang suami.  Tangan kiri Bejo menggenggam tangan istrinya, dan tangan kanan mengacungkan sekop sambil berkata. “Saudari dan saudara, hari ini kami berempat akan melakukan kerja bakti, memungut sampah plastik dan membersihkan selokan di lingkungan perusahaan kita. Siapa mau ikut?”

Bejo bersama keluarganya membawa sekopnya masing-masing, bergegas pergi ke selokan-selokan. Sejenak perhatiannya teralihkan oleh tulisan di koran pembungkus skop: “Pejabat yang telah ‘mengabdi’ negara selama puluhan tahun, akhirnya dipromosikan ke Cipinang, sebagai seorang pesakitan”.

PERLUKAH KOLESTEROL?

Akhir-akhir ini viral pernyataan di medsos tentang tidak perlunya lagi diet kolesterol, tidak perlu lagi minum obat kolesterol, dan sebagainya.

Terlepas dari persaingan bisnis obat anti kolesterol, bagaimana kita secara bijak menyikapinya?

Kolesterol merupakan bahan dinding sel makhluk hidup, juga bahan pembungkus saraf, bahan regenerasi otak, dan merupakan bahan pembuat hormon. Tidak salah bahwa kemudian informasi ini dipakai untuk menyerang bisnis obat anti kolesterol dengan tuduhan menyebabkan kepikunan, impotensi, dan sebagainya.

Pada konsensus internasional, masih disebutkan untuk pencegahan penyakit jantung koroner pada penderita kencing manis adalah menjaga kadar LDL (salah satu lemak jahat) kurang dari 100 mg/dL. Demikian juga pada update tentang gangguan lemak penyebab pembuntuan pembuluh darah (atherogenic dyslipidemia), Trigliserida (salah satu lemak jahat juga) berperan pada kejadian penyakit jantung koroner. Banyak data tentang LDL yang telah tercapai targetnya namun masih mengalami serangan jantung, sehingga Trigliserida juga harus dikelola tidak menunggu sampai kadarnya lebih dari 400 mg/dL (ACC AHA 2017).

Jadi perlukah diet kolesterol? Sampai saat ini masih dianjurkan untuk mengurangi makanan dengan kadar kolesterol tinggi seperti jerohan, santan dan minyak kelapa dengan pemanasan, susu penuh, mentega, keju, kuning telur, kaldu pekat, udang, cumi, kerang, kepiting, dan daging berlemak.

Perlukah mengkonsumsi obat anti kolesterol (golongan statin)? Kita harus melihat faktor risiko penyakit jantung koroner pada kita masing-masing untuk menentukan perlu tidaknya mengkonsumsi obat anti kolesterol.

Faktor risiko :

  • Merokok
  • Kadar HDL < 40 mg/dL
  • Usia (laki-laki ≥ 45 th, Wanita ≥ 55 th)
  • Hipertensi (TD ≥ 140/90 mmHg atau sedang dalam pengobatan hipertensi)
  • Riwayat keluarga serangan jantung usia muda (Laki-laki < 55 th, Wanita < 65 th)

Dengan menghitung jumlah risiko yang ada, maka dapat ditentukan apakah seseorang perlu mendapatkan terapi anti kolesterol atau tidak, berdasarkan kadar LDL nya.

Target kadar LDL :

  • Faktor risiko 0 – 1 : < 160 mg/dL
  • Faktor risiko ≥ 2 : < 130 mg/dL
  • Terdapat Penyakit Jantung Koroner atau Diabetes Mellitus : < 100 mg/dL
  • Terdapat Penyakit Jantung Koroner dan Diabetes Mellitus : 70 mg/dL

Bila target LDL belum tercapai, perlu dipikirkan pemakaian obat kolesterol. Apakah jangka lama minum obat kolesterol tidak merusak ginjal? Pertanyaan ini seringkali diajukan. Sampai saat ini, pemakaian obat kolesterol jangka lama tidak dilaporkan menyebabkan kerusakan ginjal. Pemakaian jangka lama akan membantu mengurangi plaque (plak) yang sudah terbentuk di dinding pembuluh darah. Pemakaian obat anti kolesterol jangka pendek tidak akan mengurangi plak yang sudah ada, hanya menurunkan kadar kolesterol dalam darah saat itu.

Jadi mari kita bijak menjaga kesehatan kita: Check up kolesterol rutin, menjaga makanan, dan tetap olah raga secara terukur dan teratur.

Salam sehat.

EGGTART

Eggtart atau disebut juga Custard Tart, merupakan snack khas Inggris dan Portugis, dan juga daerah jajahannya seperti Macau, yang terbuat dari puff pastry sebagai kulit luarnya dan bahan Custard nya terbuat dari keju cheddar olahan, keju parmesan, maizena, susu, telur, gula, dan vanilla.

Jajanan ini diperkenalkan di abad ke-13 sebagai dessert atau makanan penutup oleh rahib di biara Jerónimos Monastery di Lisbon. Diceritakan bahwa rahib tersebut berasal dari Perancis, di mana mereka belajar membuat kue (pastry) yang lezat. Setelah Revolusi Liberal di tahun 1820, rahib-rahib mulai menjual eggtart ke dekat pabrik gula. Di tahun 1834, biara Jerónimos Monastery tutup dan resep eggtart dijual. Tiga tahun kemudian, pemilik pabrik gula membuka Fábrica de Pastéis de Belém, sebuah tempat makan, di mana sampai saat ini kita masih bisa membeli eggtart dengan resep asli.

Bagian luarnya renyah, dengan isi di bagian tengahnya lembut. Rasanya manis gurih. Disajikan sebagai snack sore untuk menemani secangkir kopi tanpa gula sungguh sangat nikmat.

Snack ini kini bisa dinikmati dengan resep dari Ibu Sophie dengan takaran : 1 buah eggtart mengandung karbohidrat 58 kal, Protein 24 kal, dan Lemak 247 kal. Jadi, cukup makan 1 buah saja ya untuk camilan pagi atau sore hari.

BANG TOYIB

Rintihan Menyayat di Pohon Beringin

Pada suatu surup, ketika berjalan sendirin di antara Telogolele dan Telogosat, di pulau Sempu, sayup-sayup aku mendengar perempuan dan anak-anak rengeng-rengeng menyanyikan lagu dangdut “Bang Toyib” ciptaan Sandy Sulung.

Walau mereka cuma mendendangkan melodi tanpa kata-kata, tetap aja terdengar miris. Aku hafal syairnya. Lagu itu mengisahkan seorang istri dan anak-anak yang galau karena suami dan papa tercinta tak kunjung pulang: “…Bang Toyib, Bang Toyib, kenapa tak pulang-pulang. Anak-anakmu panggil-panggil namamu…”

Aku menoleh ke sekitar. Tidak tampak siapa-siapa. Tetapi semakin aku berjalan ke arah Telogosat, suara itu semakin jelas, bahkan dapat  kurasakan nada putus-asa yang dalam.

Mengikuti rasa penasaran, kucari sumber suara itu. Rasanya nada rintihan itu berasal dari sebuah pohon besar di depan sana. Maka aku bergegas mendatanginya. Benar saja. Sumber suara memang dari beringin besar itu, tetapi di atas.

Dengan amat susah payah, aku memanjatnya. Suara semakin jelas terdengar. Dan ketika menemukan para penyanyi lagu “Bang Toyib” itu, air mataku menetes. Menjadi jelas bagiku bahwa dua penyanyi yang ada di dalam pohon itu memang kelaparan, kehausan, dan akan segera mati.

Aku tahu bahwa “Bang Toyib” tercinta yang menafkahi mereka tidak akan pernah pulang. Karena lima ratus meter sebelum sampai ke tempat itu, aku melihat si suami,  dan  bapak anak itu, telah menjadi mayat. Luka tembak menganga di dadanya.

Burung jantan itu telah membusuk. Rupanya ia mati ketika sedang menunaikan tugas mulia, mencari nafkah. Ia belum terbiasa untuk mewaspadai moncong senapan pemburu. Pedih sekali membayangkannya.

Ketika mengerami anak-anaknya, induk burung Enggang, atau Rangkong, atau Hornbill dikurung di dalam lubang sebatang pohon besar. Untuk meng hindari bahaya dan udara dingin, mempelai jantan membangun rumah pohon dan menutup pintu dengan bahan dari campuran tanah liat. Loket kecil dibuat untuk memasukkan makanan kesukaan sang permaisuri. Lalu dia segera buka catering khusus untuk keluarga barunya.

Setiap hari ia terbang berkilo-kilo meter untuk men-delivery makanan, dan menyuapi sang kekasih dan anak tercinta. Naas, pada Kamis Kliwon kemarin manusia  menembak dadanya.

Dalam sekarat, ia membayangkan anak-istri di rumah, yang akan pelahan-lahan mati kelaparan.

ot rudarto

BERCERMIN DI PUNGGUNG ARJUNO

Tentunya Tuhan tidak menciptakan gunung sekadar sebagai sebuah latar belakang foto-foto selfie. Sejak berdiri gagah, gunung telah berjanji untuk mendidik setiap pribadi yang berkenan. Pada zaman nabi-nabi, para raja sudah meminta bantuan gunung untuk menggembleng pasukannya.

Berbeda dengan banyak buku pendakian yang lain, buku ini tidak bercerita tentang petualangan, ataupun masalah teknik dan manajemen pendakian. “Bercermin di Punggung Arjuno” khusus membahas peran gunung sebagai ‘guru’ bagi setiap pribadi yang ingin membangun karakter – bagi dirinya sendiri.

Buku ini adalah “proposal” bagi siapa saja  [tua, muda; laki-laki – perempuan; chubby – skinny] yang pengen selangkah lebih mandiri, sejengkal lebih berani, sesenti lebih rendah hati.

“.. Mamulo Nduk, bunuh diri iku dosa. Lha lek awak dhewe bunuh diri ndek gunung, dobel dosane. Mergane awak dhewe yo ngrepoti wong akeh..” Ketiadaan persiapan yang matang, didakwa sebagai pembunuh yang paling mematikan di gunung. ‘Persiapan’ diawali dengan ‘memastikan Tujuan’.

BATASI KARBOHIDRAT YUK !

Karbohidrat (sumbernya adalah nasi, baik dari beras putih, beras merah, maupun beras hitam, jagung, kentang, ubi-ubian yang lain, sagu, mie, produk tepung) diproses di dalam tubuh dan menjadi gula yang digunakan sebagai sumber energi. Orang Indonesia mengatakan “belum makan” kalau belum makan nasi. Idealnya, dalam seporsi makanan, Karbohidrat hanya menempati seperempat porsi saja, separuh porsi dipenuhi sayur, sedang seperempatnya lagi adalah porsi untuk protein nabati maupun hewani (lauk pauk). Komposisi ini ideal bagi sebagian besar pemuda dan setengah baya (18-80 tahun). Komposisi berubah bagi orang dengan kondisi khusus, misalnya bayi, anak-anak, olahragawan, lansia, kuli bangunan, orang dalam proses penyembuhan, dan orang-orang dengan sakit tertentu.

Pada prinsipnya, pembatasan asupan Karbohidrat sangat baik. Sayangnya di sekitar kita, terutama di pulau Jawa ini, dan khususnya di Kota Malang, Karbohidrat menempati urutan pertama makanan favorit. Contoh : kalau kita menerima nasi kotak, perhatikan isinya. Ada nasi, perkedel (kentang), mie, sambel goreng kentang, ati, pete, mungkin ada telur atau ayam, kerupuk (tepung) lalu ada sambel goreng tempe kentang kering, dan mungkin ada sedikit sayur berupa oseng ucet atau capcay porsi mini. Sebagian besar isi kotak itu adalah Karbohidrat!  Kalori yang kita masukkan ke dalam tubuh kita seringkali berlebihan dibanding yang dikeluarkan untuk aktivitas kita sehari-hari. Akibat penumpukan gula ini akan memicu berbagai macam kondisi seperti munculnya kencing manis (Diabetes Mellitus), kegemukan atau obesitas, dan berbagai kelainan metabolik lainnya.

Bagaimana dengan beras merah atau beras hitam yang dikatakan lebih sehat? Beras merah atau beras hitam mengandung lebih banyak serat dibanding beras putih. Oleh karenanya, lebih lama dicerna sehingga memberi rasa kenyang lebih lama. Untuk memberi rasa kenyang yang sama dengan nasi putih, hanya dibutuhkan setengah hingga tigaperempatnya saja dengan nasi merah atau nasi hitam. Dengan demikian, asupan Karbohidrat dapat dikurangi.

Untuk siswa sekolah hingga mahasiswa kuliahan, atau pegawai kantoran, sebaiknya sarapan tidak terlalu banyak Karbohidrat dan lemak bila aktivitas seharian itu hanya duduk di bangku sekolah atau kuliah atau kantor. Akibat komposisi didominasi oleh Karbohidrat dan lemak (misalnya menu nasi goreng, nasi rawon, nasi soto, dan banyak menu sarapan pada umumnya), kurang lebih 3 – 4 jam setelah itu timbullah rasa kantuk. Maka sebaiknya menu sarapan didominasi oleh serat (misalnya pecel atau urap-urap tanpa atau dengan sedikit nasi, atau bahkan hanya minum jus buah tanpa gula). Badan akan lebih segar dan semangat menyala untuk mengawali hari.

Berikut contoh menu sehat (untuk orang sehat) menurut labmalang.com :

Sarapan : Segelas jus buah-buahan yang berasal dari 5 buah 5 warna tanpa gula

Snack : 2 buah pisang ambon atau pisang hijau atau seiris roti gandum dengan irisan telur rebus

Makan siang : Menu biasa, makan nasi dengan komposisi ideal seperti di atas.

Snack sore : Kue tradisional atau buah-buahan

Makan malam : Karbohidrat sangat sedikit dengan porsi besar sayur-sayuran.

Bila perlu “melekan” karena ada tugas sekolah atau tugas kuliah atau lemburan, dan merasa lapar, makan apel atau pear atau buah naga atau alpukat sangat baik untuk menemani malam panjang.

Selamat mencoba. Badan akan terasa lebih segar dan ringan. Yang pingin kurus akan terbantu.

TIPS OLAH RAGA SEHAT

Destinasi wisata di Kota Malang banyak sekali, apalagi wisata alamnya. Bukan hanya pantai dan air terjun, tetapi juga jalur treking yang indah. Ada jalan ke Puthuk Lesung (± 1300 mdpl), ke Budug Asu (± 1359 mdpl), ke Coban Rais (tapi jalan lho ya, gak pakai ojek), ke Coban Talun, ke Gunung Panderman, dan masih banyak lagi jalur treking. Jalur-jalur ini bisa ditempuh dengan santai dimulai dari pagi hari dan pulang pada sore hari.

Olah raga yang aman bagi pemuda (menurut WHO usia 18 – 65 tahun), bahkan setengah baya (66 – 79 tahun), tentunya yang tidak bersifat kompetitif, tetapi lebih bersifat kardio, aerobik, atau rekreatif. Olah raga jenis ini misalnya jogging, jalan, berenang, atau bersepeda. Tentu saja, yang baik bila dilakukan secara teratur dan terukur, 3 – 5 kali/minggu, selama 1/2 – 1 jam. Sekali waktu, bisa diselingi dengan treking tanpa target ke jalur-jalur indah tersebut di atas.

Berbicara tentang trekking, harus dengan persiapan yang baik. Kegiatan ini bukan hanya sekadar rekreasi, atau bahkan olah raga, tetapi juga relaksasi, meditasi, bahkan inner healing. Di sepanjang jalan, kita bisa merefleksikan apa saja yang kita lihat dan alami. Tapak demi tapak perjalanan kita, keindahan bunyi-bunyian satwa, kesunyian alam dengan hembusan angin, gesekan dedaunan, kerat batang pohon yang saling bergesekan, hijaunya pemandangan yang kita lihat, kesadaran akan besarnya Sang pencipta dan betapa kecilnya kita manusia, segarnya udara yang kita hirup, hingga rasa syukur.

Persiapan  trekking harus cukup, walaupun kegiatan ini cuma “jalan”.

  1. Siapkan tujuan, bahwa trekking untuk olah raga rekreatif, tanpa target.
  2. Siapkan teman. Teman seperjalanan yang setara / seimbang, sangat dibutuhkan. Tidak nyaman bagi seorang berusia 60 tahun yang belum pernah treking, berjalan bersama pemuda usia 19 tahun yang punya target sampai tujuan dengan durasi waktu tertentu.
  3. Siapkan bekal. Malam hari sebelumnya, makan cukup karbohidrat. Pada hari trekking, dimulai dengan sarapan cukup Karbohidrat juga. Siapkan camilan yang bisa dimakan sambil jalan yang dapat menambah energi secara cepat, seperti kurma, buah kering, kacang-kacangan (jangan terlalu berat). Makan siang berupa bekal setangkup roti gandum dengan isi telur, daging asap, keju, sosis, atau selai kacang.
  4. Hal terpenting adalah air minum. Siapkan bekal air minum ± 1 – 1,5 L untuk perjalanan seharian. Tidak terlalu sedikit, tetapi juga tidak terlalu banyak sehingga membebani punggung selama perjalanan. Air minum tidak diminum sekaligus, tetapi diminum tiap 15 – 30 menit.
  5. Bila perjalanan pada musim hujan, maka membawa jas hujan disposibel sangat disarankan (tidak dianjurkan menggunakan payung atau jas hujan tebal).
  6. Adalah sangat baik bila menggunakan decker lutut, terutama orang dengan gangguan lutut, penderita osteoarthritis, maupun orang sehat berusia > 40 tahun. Di atas usia 40 tahun, trekking pole (tongkat jalan) sangat membantu sekali, baik sebagai pembantu keseimbangan, pegangan, maupun penyangga lutut.
  7. Jangan lupakan menggunakan topi dan sunblok.
  8. Lakukan pemeriksaan jantung dan tekanan darah sebelum memulai perjalanan.

Selamat bersenang-senang.

PENYELAMAT GANGGUAN PERUT

Kita pasti pernah mengalami rasa tidak enak pada perut, entah itu berupa mual, rasa penuh, rasa “enek”, sebah, atau orang Jawa bilang “mblenek”, “begah”, “munek” atau rasa kenyang terus. Seringkali nasihat nenek atau ibu kita adalah minum-minuman hangat, baik berupa teh hangat atau sekadar air hangat. Tapi, ingatkah kita bahwa setelah itu, kita cenderung langsung muntah dan kemudian berasa lega? Dan setelah itu, rasa tidak enak tersebut datang kembali.

Sebenarnya, gangguan pencernaan, atau gangguan pada lambung, baik berupa terlambatnya pengosongan lambung sehingga terasa kenyang terus (contoh : muntahan pagi hari masih berupa makanan semalam yang seharusnya sudah tidak berada di lambung lagi), peningkatan produksi asam lambung, radang lambung, luka lambung, dan gangguan lambung lainnya pada tahap awal bisa diselamatkan dengan es krim. “Hah, es krim?” Begitu selalu pertanyaan yang diajukan dengan tidak percaya. “Masa orang sakit disuruh minum es krim?” Siapa sih yang tidak suka dengan es krim?

Pengosongan lambung (gastric emptying) yang normal terjadi sempurna kurang lebih 3 jam dan makanan masuk ke usus. Pengosongan lambung dapat dipercepat bila minum minuman dingin, berbaring miring ke kanan, dan diposisikan puasa (fasting). Sedangkan kondisi sebaliknya (minum hangat, berbaring miring ke kiri, dan mengkonsumsi makanan padat terutama yang hangat, akan memperlambat pengosongan lambung). Maka, bila terjadi gangguan pencernaan yang menyebabkan rasa tidak enak pada perut seperti di atas tadi, tindakan yang dilakukan adalah stop mengkonsumsi makanan, minumlah sesuatu yang dingin, dan berbaringlah miring ke kanan.

Solusi es krim menjadi pilihan obat menyenangkan tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa dan lansia yang mengalami gangguan pengosongan lambung yang menyebabkan rasa tidak enak pada perut. Tidak perlu kuatir terhadap kondisi “tidak makan”. Di dalam kandungan es krim sudah terdapat cukup gula sebagai sumber energi, protein  dan lemak dari produk susu.

Olah Raga Yang Tepat

Beberapa waktu yang lalu, selalu dinasihatkan bagi yang berusia lebih dari 40 tahun untuk memilih olahraga yang bersifat aerobik atau “kardio”, yaitu olahraga yang terukur dan teratur. Contoh olah raga jenis ini adalah jogging, berenang, bersepeda, atau jalan kaki. Tetapi, akhir-akhir ini banyak diberitakan kejadian tidak terduga, berupa kematian mendadak peserta lari marathon, pesepeda gunung, pendaki gunung, atau bahkan pejalan kaki (hash atau tracking). Penyebab kematian yang diberitakan baik di surat kabar atau media sosial antara lain kehausan, kelelahan, kedinginan, atau serangan jantung. Bukankah jenis olah raga ini cukup aman? Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Olah raga yang bagaimana yang sebenarnya dikatakan aman?

Olah raga yang bersifat kompetitif, meskipun alasannya hanya santai atau untuk senang-senang saja, seperti bulutangkis, tennis lapangan, futsal, sepakbola, sangat berisiko bagi orang yang sudah mempunya “plak” di pembuluh darahnya. Adanya “plak” disertai dengan kadar Kolesterol, Kolesterol LDL, dan Trigliserida yang tinggi dan mudah teroksidasi, dengan ditambah adanya adrenalin yang diproduksi berlebihan saat melakukan olah raga yang bersifat kompetitif, menyebabkan mudahnya plak di pembuluh darah tersebut pecah, menyemburkan isinya, dan mengundang sel-sel di darah untuk menutup pecahan tersebut sehingga terjadi pembuntuan total pembuluh darah. Bila pembuntuan ini terjadi di pembuluh darah jantung terjadi serangan jantung, bila terjadi di pembuluh darah otak terjadi stroke. Adrenalin memiliki peranan sangat penting di sini, karena selain menyebabkan tekanan darah meningkat, juga menyebabkan menyempitnya pembuluh darah. Adrenalin juga meningkat kadarnya bila seseorang stres, mengalami kecemasan, bahkan saat-saat menegangkan seperti naik jet coaster, menghadapi ujian, menonton film horor, dan mengalami hal-hal lain yang menegangkan.

Pada jenis olah raga seperti lari marathon, naik gunung, tracking atau hash, bersepeda cross country atau trail, ternyata terjadi pula peningkatan Adrenalin ini. Olah raga jenis ini menuntut target, baik itu target kelompok,  gengsi, atau target pencapaian pribadi. Jadi harusnya bagaimana menyikapi jenis olah raga ini?

Olah raga yang aman bagi orang yang berusia > 40 tahun sebenarnya tetap olah raga yang bersifat aerobik atau “kardio” secara terukur dan teratur. Jenis olah raga ini berupa jalan kaki, bersepeda, berenang, jogging, dan dilakukan secara teratur 3 – 5 kali / minggu, dengan durasi 30 menit sampai 1 jam. Idealnya dimulai dengan melakukan  peregangan, pemanasan, dan diakhiri dengan pendinginan.

 

 

 

Diabetes Mellitus (Kencing Manis)

Kencing manis (Diabetes Mellitus, DM) adalah suatu kondisi di mana metabolisme tubuh terganggu sehingga kadar gula darah meningkat. DM terdiri dari 2 tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 muncul saat anak-anak dan disebabkan karena produksi insulin oleh sel beta pankreas terganggu. Sedangkan DM tipe 2 muncul saat dewasa dan pada mulanya disebabkan karena resistensi insulin. Insulin diproduksi, tetapi tidak dikenali oleh tubuh.

DM tipe 2 sangat dipengaruhi oleh pola hidup, yaitu pola makan dan aktivitas fisik.

Untuk menghindari terjadinya kencing manis, yuk mulai hidup sehat. Mulailah dengan mengurangi konsumsi karbohidrat (nasi, mie, kentang, produk tepung) dan makanan manis-manis. Perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan berserat tinggi. Lakukan olah raga yang terukur dan teratur seperti jogging, jalan kaki, berenang, bersepeda 3 – 5 kali/minggu selama 30 – 60 menit. Olah raga ini dapat diganti dengan aktivitas mencuci mobil, mengepel, berkebun, menyikat kamar mandi.

Kapan seseorang dikatakan mengidap kencing manis? Gejala utama pengidap kencing manis adalah sering minum, sering kencing, dan sering makan. Diagnosa kencing manis ditegakkan bila :

  • Kadar Gula Darah Puasa > 126 mg/dL
  • Kadar Gula Darah Sesaat atau kadar Gula Darah 2 jam setelah makan > 200 mg/dL
  • HbA1c > 6,5 %

Pada penderita DM, kontrol gula darah adalah hal terpenting. Pada umumnya obat anti diabetes dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Menggunakan obat-obatan anti diabetes sesuai dengan anjuran dokter tidak akan merusak ginjal seperti dikhawatirkan banyak orang. Justru dengan mengontrol gula darah (target HbA1c < 7%), maka ginjal, jantung, saraf, mata, dan banyak organ lain terselamatkan.